Tradisi berlayar menggunakan sampan kajang yang dihias menyerupai miniatur kapal istana menyusuri Batang Maek di Nagari Gunuang Malintang sebagai bentuk ziarah antar-niniak mamak suku.
Rangkaian upacara mandi menyucikan diri di aliran Batang Maek menjelang puasa Ramadan menggunakan perasan air jeruk nipis, daun pandan, dan akar wangi yang didahului pawai adat.